Minggu, 25-02-2018,  

Home   Download  Situs Terkait  Saran  Kontak  Login


Ikuti kami di SELAMAT DATANG DI WEBSITE PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
 

Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Resmi Dibuka Pemkab Kumpulkan Hampir 2 Milyar.

 

Hasil Penjualan Lelang Terbuka Barang Milik Daerah

Usai dibuka secara resmi oleh Plt Bupati HST H A Chairansyah, lelang umum terbuka barang milik daerah Pemkab HST berupa kendaraan baik roda 2, roda 4 hingga alat berat dan besi tua, terkumpul hampir 2 milyar rupiah uang hasil pelelangan tersebut.

Lelang umum terbuka yang digelar di halaman Gedung Murakata Barabai kamis pagi kemarin (08/02) dihadiri seluruh peserta lelang yang antusias mengikuti jalannya lelang hingga selesai dengan dipandu oleh pejabat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi Kal Sel.

Plt Bupati HST H A Chairansyah dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan lelang ini mengharapkan agar kegiatan lelang ini benar-benar diikuti dan sesuai aturan yang berlaku, selain itu, lelang ini juga diharapkan dapat bermanfaat dalam hal barang lelangnya dan juga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) HST Tedy Taufani dalam laporannya kembali menjelaskan bahwa jenis-jenis barang yang akan dilelang adalah terdiri dari alat berat sebanyak 2 buah, kendaraan roda empat sebanyak 21 buah, kendaraan roda dua sebanyak 12 buah, dan besi tua sebanyak 2 paket.

Kegiatan lelang barang milik daerah yang diselenggarakan ini merupakan amanat Permendagri Nomor 19 tahun 2016, dimana dalam pasal 329 menegaskan bahwa barang milik daerah yang tidak diperlukan bagi penyelenggaraan tugas pemerintahan daerah dapat dipindahtangankan dan bentuk pemindahtanganan barang milik daerah dapat dilakukan melalui penjualan, terangnya.

 

Sementara penjualan barang milik daerah dilaksanakan dengan pertimbangan untuk optimalisasi barang milik daerah yang berlebih atau tidak digunakan atau tidak dimanfaatkan atau secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dijual, katanya.

 

Saat pelaksanaan lelang pada tahun lalu dilakukan secara elektronik-konvensional, syarat pendaftaran peserta cukup sulit, karena harus punya akun dan rekening virtual, akibatnya peserta lelang sedikit, sehingga masih banyak barang milik daerah yang tidak laku terjual, sehingga pelaksanaan lelang pada tahun ini dilakukan secara full konvensional, syarat pendaftaran sederhana, memberikan peluang lebih banyak peserta yang akan ikut lelang, jelasnya.

 

Dari pantauan, peserta lelang tampak antusias mengikuti kegiatan sampai akhir, buktinya di awal pembukaan lelang, dimana yang ditawarkan 1 paket pertama besi tua, terjual seharga 761 juta rupiah.

 

Salah seorang aparat PNS BPKAD HST yang tidak mau disebutkan namanya dan menangani lelang ini mengatakan bahwa untuk secara rinci total jumlah hasil lelang belum dapat kami publikasikan karena masih dihitung secara manual, belum secara sistem, namun dapat disimpulkan hampir 2 milyar rupiah katanya.

Hal ini dapat dilihat dari pembukaan pertama lelang saja sudah didapat angka 761 juta rupiah, sedangkan untuk sistem pembayaran adalah melalui rekening dan masuk ke kas daerah, ujarnya.

 

Bagi peserta yang kalah lelang dan sudah memasukkan uang jaminan, akan dikembalikan dan uangnya bisa diambil di kantor dengan menunjukkan bukti tanda pendaftaran dan kwitansi tanda terima, dan bagi yang menyerahkan melalui rekening bank, juga akan kembali dilakukan transfer dengan menunjukkan foto kopi buku tabungan atas nama pendaftar dan tanda bukti pendaftaran serta kwitansi tanda terima.

 

Sementara untuk pelunasan bagi pemenang lelang sendiri akan diberikan tenggat waktu selama 5 hari kerja sejak dinyatakan sebagai pemenang lelang, dan barang hasil lelang langsung boleh dibawa pulang sekaligus mencek kembali barang-barang lelang tersebut, jelasnya. (Humas/Diskominfo)

 


  Hits (267)    Waktu :12-02-2018 (17:00:25)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal