Rabu, 19-09-2018,  

Home   Download  Situs Terkait  Saran  Kontak  Login


Ikuti kami di SELAMAT DATANG DI WEBSITE PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
 

Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Meriahnya Peringatan Maulid di HST

Kita telah memasuki bulan Rabiul Awal, yang mana setiap tahun Hijriyah disepakati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Berbagai kalangan masyarakat memiliki beragam cara dalam memperingati momen istimewa ini. Masyarakat tradisional  di Yogyakarta, misalnya menggelar upacara Grebeg Maulud dengan berbagai simbol yang dibawa dalam kirab. Ada pula yang merayakan Maulid Nabi dengan pengajian umum, dan berbagai kegiatan lain.


Seperti yang ada di Kalimantan Selatan, Kabupaten Balangan, kecamatan Halong. Pelaksanaan maulid dilaksanakan siang hari saja, sekitar jam 12 masyarakat berkumpul di sebuah Mesjid lalu membacakan habsyi atau ashrakal, lalu setelah itu masyarakat pun berdatangan ke setiap rumah warga untuk makan siang.


"Kalau maulid di Halong itu rasanya seru, yang pasti maulid ini di rayakan setiap tahun sekali. Yang mana di rayakan satu kampung, tidak kalah meriah seperti Hari Raya Idul Fitri ataupun Idul Adha, dan yang pasti mempererat tali silaturahmi," tutur Hasan, mahasiswa Asli Tabalog yang kuliah di STAI Al-washliyah Barabai, kamis (15/12).


Nah, Meriah lagi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah atau tepatnya di kota Barabai ini, dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW sangat berbeda dengan kota lain. Di Barabai perayaan maulid sangat berasa karena satu bulan penuh perayaan nya, sudah menjadi tradisi kalau setiap hari nya beda-beda daerah melaksanakan, nah kalau kena giliran daerah tersebut di laksanakan di setiap rumah warga yang ingin memperingati maulid, biasanya mengundang keluarga, kerabat dekat untuk bersilaturahmi. Khususnya untuk perempuan biasanya membawa 1 kg gula atau teh dan lain-lain.


"Kalau Maulid di Barabai itu rasanya beda sekali, ada rasa tersendiri, soalnya kan di Barabai peringatan maulidnya ditiap wilayah, terus jadi ajang silaturahmi juga sama keluarga, teman yang jarang ketemu," ujar Jannatul Qura salah satu warga Barabai .


Pelaksaannya dari siang sampai malam hari, titik puncak tamu undangan maulid pada malam hari sekitar jam 8 sampai jam 10, lalu di setiap rumah diiringi pembacaan Maulid seperti habsyi, beashrakal yang dilakukan oleh rombongan setiap RT dari daerah lain yang tidak kena hiliran maulid dan dibagikan bunga rampai pada tamu undangan.


"Menurut saya acara seperti ini perlu sekali untuk terus di lestarikan karena sangat bermanfaat untuk menjaga tali silaturrahmi biasanya teman yang lama atau jarang ketemu bisa hadir dan suatu berkah bagi warga "kurang mampu" bisa makan gratis serta berkah juga untuk anak yatim dan anak pesantren yang di undang dan dapat amplop berisikan uang," ungkap Musaadah mahasiswi STKIP Barabai.


Walaupun perayaan di setiap daerah berbeda-beda tapi niat utamanya sama, untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan ajang mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan kerabat dekat. Semoga kita bisa mengikuti ketauladanan Nabi Muhammad SAW. Amin.




  Hits (3499)    Waktu :19-12-2016 (08:32:56)   Komentar (1)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Pengirim : ZAP
Hari : 2017-01-02, Tanggal : 02-01-2017, Waktu : 23:43:39
Komentar :

Hal  
1